SALAM PIMPINAN

“BIG DREAM HAFAL”

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu,

Para donatur yang budiman serta wali santri yang berbahagia, semoga Bapak/Ibu senantiasa diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan serta dilimpahkan kemudahan dan keberkahan oleh Allah SWT. Amin.

Berawal dari gubuk pengajian, pelan tapi pasti, gubuk itu kini sudah melebarkan sayapnya menjadi sebuah pesantren tahfidz Qur’an dengan bantuan bangunan para muhsinin dan muhsinat. Bantuan berupa aula dan asrama para santri dari qatar adalah mula secercah harapan itu tumbuh, dilanjut dengan bantuan satu kelas, dan saung tempat santri makan dan mengaji. Namun, cita-cita kami yang kami sebut sebagai “big dream hafal” belum usai. Masih begitu banyak “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan.

Salah satu hasil rapat kerja pimpinan Pesantren Hasanah Firyal Qur’an dengan Ketua Yayasan Himmah Mulya Mandiri KH. Anwar Sanusi tahun 2016, adalah sebuah “Big Dream Hafal”, mimpi besar untuk membangun pesantren mandiri; Pesantren yang memutar roda perekonomiannya sendiri, memiliki sekolah, rumah sakit, lapangan olahraga, pertanian, peternakan, perikanan, yang kelak hasilnya akan dapat membiayai ratusan bahkan ribuan santri yatim dan dhuafa’ sekolah, menghafal qur’an, dan meraih mimpi mereka sendiri.

Dream Hafal, Dream Indonesia, adalah Dream Kita bersama. Kenapa?

Karena mimpi kita bersama saat Indonesia banyak melahirkan generasi hafizh Qur’an yang berprofesi dalam semua bidang, baik pemeritahan dan swasta. Mimpi kita bersama juga bila Indonesia ke depan, para pemipinnya amanah, bertanggung jawab, dan rakyat sejahtera.
Di tahun pertama ini, do’akan kami, do’akan Hasanah Firyal, do’akan lembaga-lembaga lainnya agar lebih bermanfaat untuk masyarakat dan ummat. Kerja keras ini tak lepas dari dukungan dan kepercayaan Bapak/Ibu yang menjadi modal besar bagi kami. Teriring do’a semoga setiap aktivitas Bapak/Ibu semua mendapat ridho Allah SWT. Aamiin

Mari bersama-sama membangun pesantren mandiri, pesantren yang mampu menyekolahkan ribuan santri yatim dan dhuafa’ di berbagai belahan bumi nusantara. sebab sejatinya, pesantren ini bukan tanggung jawab satu dua orang saja, melainkan kita semua, memiliki tanggung jawab yang sama, untuk mempertahankan dan mengembangkan pesantren ini.

Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh